Selamat datang di Flores Island

Pluralitas Budaya di Indonesia

Rabu, 28 November 20120 komentar

Pengertian Pluralitas Budaya

Pluralitas budaya sering disamakan dengan istilah multikulturalisme, dua istilah tersebut memang memiliki makna yang mirip. Akan tetapi, multikulturalisme merupakan paham atau ideology yang menganjurkan masyarakat untuk menerima dan menganggap keanekaragaman budaya adalah hal yang ada dalam suatu wilayah. Ada pula istilah pluralitas kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat, pluralism kebudayaan adalah dua macam tradisi kebudayaan atau lebih yang membagi masyarakat kedalam golongan sosial yang berbeda-beda. Menurut E. B. Y. Tylor kebudayaan merupakan sesuatu yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum adat istiadat kesanggupan, serta kebiasaannya, maka dengan adanya pluralitas budaya dalam suatu negara diperlukan nilai dan norma budaya untuk mengatur unsur-unsur yang mencakup dalam kebudayaan tersebut.

Pluralitas Budaya Lokal

Kebudayaan lokal adalah kebudayaan yang dimiliki masyarakat local di dalam negara Indonesia. Masyarakat lokal atau sering disebut masyarakat setempat adalah masyarakat yang mendiami suatu wilayah dengan batas-batas geografis seperti gunung, laut, sungai, lembah, hutan, bukti, selat, persawahan. Atau batas-batas buatan manusia seperti tugu, palda gapura, keberadaan budaya tersebut kemudian tercakup dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika

Menurut Parsudi Suparlan secara garis besar ada tiga macam kebudayaan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk yaitu sebagai berikut:
Kebudayaan nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
Kebudayaan suku bangsa, terwujud pada kebudayaan suku bangsa dan menjadi unsur pendukung bagi lestarinya kebudayaan suku bangsa
Kebudayaan umum lokal yang berfungsi dalam pergaulan umum (ekonomi, politik, sosial dan emosional) yang berlaku dalam lokal di daerah.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat bugis Makassar memiliki pedoman hidup dalam budayanya. Pedoman ini disebut budaya siri. Budaya siri merupakan konsep atau sistem nilai yang mencakup aspek rasa malu harga diri, kehormatan dan kebenaran. Pelanggaran dalam budaya siri oleh seseorang dapat mengakibatkan orang lain melakukan balas dendam, bahkan membunuh orang yang melanggar itu.

Budaya Lokal sebagai Akar Kebudayaan Nasional

Di dalam filsafat hidup; pandangan hidup etika, dan kearifan lokal masyarakat pemiliknya misalnya dalam bahasa jawa terdapat istilah memayu, hayuningbawono, yang berarti persahabatan dengan tempat tinggal melalui penjagaan kelestarian dan keserasian alam sekitar. Puncak-puncak keanekaragaman kebudayaan.

Pengaruh Kebudayaan Asing Terhadap Kebudayaan Lokal

Kebudayaan asing adalah kebudayaan yang hidup dan dimiliki oleh masyarakat diluar bangsa Indonesia. Kebudayaan asing sering dianggap sebagai kebudayaan yang datang dari masyarakat barat, yaitu bangsa Eropa, Amerika, Jepang, Cina, India, Timur Tengah dan sebagainya. Masuknya budaya asing antar lain yang berkaitan dengan penerapan teknologi membuat budaya lokal mengalami perubahan.

Menurut Koentjaraningrat, pengaruh kebudayaan asing yang ada di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:

Pengaruh kebudayaan Hindu

Kebudayaan Hindu masuk Indonesia sekitar ke 4M. pada masa itu, kebudayaan Hindu memiliki kekuatan yang besar dan serupa dengan kebudayaan barat pada saat ini. Kebudayaan hindu telah merambat dan mempengaruhi kehidupan. Hampir semua bangsa di dunia misalnya kebudayaan intelektual agama hindu yang mempengaruhi dunia asia tenggara, termasuk Indonesia.

Pengaruh kebudayaan Islam

Agama Islam memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia di daerah yang tidak terpengaruh agama hindu. Misalnya di daerah Aceh, Banten, Pantai Utara Jawa, dan Sulawesi Selatan. Begitu juga dengan daerah seperti Sumatera, dan Pantai Kalimantan yang mengalami proses dan pengaruh yang sama.

Pengaruh Kebudayaan Eropa

Pengaruh kebudayaan Eropa di Indonesia dimulai dengan adanya kolonialisme dan kapitalisme bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis. Belanda misalnya, menguasai beberapa pusat pemerintahan dan juga kota-kota pemerintahan seperti kota provinsi, kota kabupaten dan kota distrik. Kebudayaan asing secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kebudayaan nasional kita. Koentjaraningrat menyatakan perlunya syarat agar suatu unsur kebudayaan nasioal itu dapat memberi identitas kepada warga negaranya. Hal ini diharapkan dapat menimbulkan rasa bangga kepada mereka.

Pada awalnya globalisasi ini disosialisaikan keseluruh dunia melalui cara kekerasan. Misalnya melalui penjajahan atas bangsa lain oleh bangsa Eropa dan Amerika. Ada pula cara damai yang ditempuh, misalnya dengan memakasa bahasa masyarakat Eropa, seperti bahasa Inggris, bahasa Perancis atau bahasa latin menjadi bahasa komuikasi bersama.

Dampak Pluralitas Budaya Bagi Kehidupan Bangsa

Pluralitas budaya di Indonesia dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif antara lain bahasa lokal dapat memberikan, tambahan istilah bagi bahasa Indonesia, kearifan budaya lokal dapat memperkaya strategi pembangunan sesuai lokasinya, atau teknologi tradisional dapat menjadi alternative bagi pengembangan dan pemasyarakatan teknologis oleh negara ataupun penanggulangan bencana alam.

Dampak negatif dari pluralitas budaya di Indonesia antara lain adanya sistem nilai dan orientasi religis yang berbeda dapat menimbulkan konflik sosial antara etnik.

DAFTAR PUSTAKA

Nugroho Tris Nubrata, 2006. Antropologi SMA Kelas IX, Penerbit Erlangga.

Sumber : www.masbied.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Ebed Allan Derosary - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger